Fakultas Seni Bagai Institut Kesenian Jakarta (FSR IKJ) hendak membuat Inti Kajian & Riset Komik Indonesia. Sesuatu ini sebagai sumbangsih kampus seni tertua di Nusantara untuk membangkitkan seni komik.

Dekan FSR IKJ Ide Smara Putri mengatakan, tahun ini IKJ akan berusia 45 tahun dan untuk menunjukkan komitmen sebagai perguruan tinggi kecil negeri tertua di Nusantara, maka pihaknya merancang untuk membuat Kunci Kajian & Riset Komik Indonesia.

Ide menjelaskan, kampus memandang semakin banyaknya komikus Indonesia yang mendapat tempat di warga perlu dibantu dengan inti riset tersebut. Selain tersebut, kehadiran alumni IKJ yang menjadi komikus handal adalah kekuatan baru dalam ekonomi kreatif.

“Ini sebagai tanggung jawab moral dan kepedulian dalam penyelidikan dan penyelidikan sebagai perguruan tinggi kecil, ” katanya dalam konferensi pers 28BIKINI (28 Tahun Bikin Komik-Kartun di Cikini) di Kampus IKJ, Jakarta, Senin (22/6/2015).

Dia menuturkan, di IKJ khususnya kalender studi Desain Komunikasi Visual (DKV) telah banyak komikus dan kartunis yang rajin berkarya pada media cetak dan maya. Seperti Benny Rachmadi & Mice yang menerbitkan komik Benny and Mice & Pepeng ‘Naif’ yang melahirkan dua edisi komik Makhluk gaib Jalanan yang menjadi kritik penting komik Indonesia.

Diungkapkannya, IKJ segar membuka pembinaan ilustrasi secara kuliah Sequential Art (komik) satu semester penuh di 2010. Kurikulum baru itu dikembangkan lalu dosen muda yang juga praktisi ilustrator seperti Saut Irianto Manik, Saut Miduk, Rasuardie & Beng Rahadian.

Kapan inti riset & kajian komik ini diresmikan tergantung daripada seberapa lekas Pemprov DKI melakukan modernisasi kampus IKJ yang kini masih berjalan. Saat tersebut, terangnya, pembaharuan sudah memasuki tahap ke-2.

Citra berharap pada tahun depan kunci riset & kajian tersebut sudah terwujud. Dari sanak lantai yang direncanakan untuk pusat penyelidikan itu kampus akan melengkapinya dengan galeri dan taman pustaka bertemakan komik.

Dalam konferensi pers yang juga dihadiri seniman ternama Indonesia, Arswendo Atmowiloto turut mendukung pabrikasi pusat penyelidikan dan penyelidikan komik tersebut. Dia kendati menghibahkan 75 koleksi komik yang telah sekian lambat dia kumpulkan untuk IKJ sebagai benih kajian mula.

Arswendo mengatakan, industri komik di Nusantara sudah jauh berkembang. Masalahnya, ketika komik masuk ke media visual ataupun film nasibnya malah habis. Tidak seperti dalam luar negeri, komik malah bahan pendukung suatu film.

“Contohnya aja film Batman atau Superman kan lahirnya dari komik dulu. Bahwa di Nusantara komiknya telah bagus hendak tetapi demikian masuk film habis (riwayatnya), ” terangnya.

Terkait secara 28BIKINI daftar itu hendak berlangsung di Kamis 25 Juni 2015 getok 17. 30 WIB. Gelanggang kontemplasi DKV IKJ itu hendak menampilkan peluncuran buku komik Sepanel 3 Menawan menawan hati, buku kumpulan kartun Teguran Suru Datang Jakarta, workshop komikoleh Mice dan Reza Azer, permufakatan komik bersama Beng Rahadian, Seno Gumira Ajidarma, Mice & Saut Irianto.

Tersedia juga reuni dan revitalisasi sekte komik bersama Reza Azer, Alfi Zackhyelle & Pepeng “Naif” Indrasmoro.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *